Surat Cinta dalam Jaringan

Surat cinta dalam jaringan dalam 31 post, yang kubuat khusus untukmu dalam 30 hari.

Surat Ketiga: Sedikit tentang Venus.

Hei Mars,

Hari ini aku sedari pagi sering senyam-senyum sendiri karena secara tiba-tiba iPodku memutarkan secara acak lagu yang mengingatkan aku sewaktu aku belum mengenalmu. Aku masih Venus culun yang hanya bisa menikmatimu dari jauh, walau yah sekarang pun aku masih seseorang yang sangat culun ketika harus berhadapan denganmu.

Kamu mau tahu? Mau ya? Coba perhatikan liriknya ya Mars :)

mataku terus tertuju padamu
saat kulihat dirimu tersenyum
ingin aku menyapa 
namun ku terdiam tak kulakukan

mungkinkah kau pun juga begitu
tahu kau masih malu mungkin
sungguh ingin ku sapa
namun ku terdiam tak kulakukan

apakah kau rasakan 
getaranku pada dirimu
ku hanya duduk terdiam
menunggu untuk tahu namamu

ku menunggu untuk tahu namamu
namun ku terdiam tak kulakukan

mataku terus tertuju padamu
inginku sapa dirimu
namun ku masih malu tuk hampiri dirimu
diriku terdiam, aku menunggu, aku terpaku

Sudah kamu perhatikan? Ya Mars, dahulu aku sepayah itu. Aku bahkan tidak berani untuk mendekatimu. Aku terdiam, aku menunggu, aku terpaku, Mars. Tapi aku tidak mau selamanya hanya menjadi penikmat wujudmu, aku mau lebih. Aku ingin menjadi kenalanmu, aku ingin menjadi penguntit setiamu, aku ingin menjadi milikmu. Dan ya, sekarang aku telah berubah, aku naik level! Setidaknya sekarang aku bisa menjadi penguntit setiamu dan kamu tidak (atau belum) merasa risih akan hal itu, kan? Buktinya kamu masih bisa memberikan senyum manis itu untukku ketika  aku kepergok sedang mengikutimu diam-diam di jalan.

Mars, mars. Jangan takut ya? Aku tidak akan menggigitmu dari belakang kok, hanya saja semenjak naik level aku jadi memiliki hobi baru yang sangat aku suka: Memotret punggungmu. :)


♡

Aku ingin memeluk punggung itu dari belakang!

Yang akan selalu memotret dan mencintai punggungmu,

Venus


Surat Kedua: Mars, aku rindu rotasimu.

Selamat malam Mars,

Apa kabar kamu? Saat aku menulis surat kedua ini, aku benar-benar sedang merindukan kamu. Aku rindu dengan wujud yang setiap hari aku lihat di kereta, aku rindu melihat uniknya kamu mengenakan tas merah yang mencolok itu, aku rindu bagaimana rasanya para kupu-kupu itu menabrak dinding perutku ketika kamu berotasi disekitarku.

Mars, pada dua minggu setelah pertemuan dengamu untuk pertama kalinya. Aku tidak menyangka bahwa ternyata kamu tidak jauh berotasi dari lingkunganku. Tidak,tidak. Bukan tidak jauh, lebih tepatnya sangat dekat. Alhasil, aku menjadi penikmat rotasimu sejak saat itu. Penikmat, ya aku penikmat rotasimu. Aku hanya perlu duduk diam dan menikmati kamu berputar di sekitarku. Perlu kamu ketahui Mars, disaat-saat inilah wujudmu terus masuk seperti maling kedalam otakku, tidak diundang dan meninggalkan jejak.

Padahal Mars, kalau aku boleh jujur, dahulu aku tidak pernah menyadari kehadiranmu disekitarku. Sekarang? Aku setengah gila tanpa rotasimu.

NB: Mars aku sungguh sangat kaget ketika aku menikmati rotasimu dan secara tidak sengaja mencuri dengar kalau kamu ternyata seorang ekspatriat dengan bahasa ibu Mandarin. Bahasa yang pernah aku kutuk karena logatnya yang menurutku aneh! Oh, demi kuatnya hembusan api Matahari: aku kena karma!

Penikmat setia rotasimu,

Venus

Surat Pertama: Kepada Mars.

Halo Mars,

Tahukah kamu? Aku sebenarnya orang yang sangat pemalas. Aku sebenarnya benci harus bangun pagi-pagi hanya untuk mengejar kereta ke kampus. Aku suka dengan keadaan mepet-mepet, seolah-olah adrenalinku terpacu untuk masuk kelas tidak terlambat tanpa mengurangi jam tidur yang menurutku sangat sakral.

Pada akhir bulan Oktober 2010 di hari Rabu, aku terpaksa bangun lebih pagi karena dosen yang mengajar pagi itu mengancam akan menguncikan pintu kelas bagi yang terlambat. Jadi, aku harus bangun sedikit lebih pagi dari biasanya untuk mengejar kereta pukul 06.30 pagi. Oya, biasanya aku bangun jam 06.30 pagi. Ini sungguh menyiksa!

Karena tidak terbiasa, alhasil aku bangun jam 05.50! Panik, ya tentu panik. Aku pun akhirnya mandi dan berpakaian dengan alakadarnya. Namun hebat, aku masih bisa menaiki kereta jam 06.30 pagi itu.

Gerbong nomor 3. Ya Mars, aku ingat dimana pertama kali aku melihatmu. Gerbong nomor 3 kereta Ekonomi AC, Tanah Abang - Bogor. Pagi itu aku yang sedang kesal tiba-tiba tertegun melihat wujudmu yang duduk tertidur di depanku. Aku seperti melihat wujud hidup tokoh komik yang aku sering elu-elukan pada saat masih duduk di bangku SMP. Wujud sempurna pria idamanku. Badan tegap, bahu bidang, muka rupawan dengan kacamata tergantung dengan sempurna diatas hidungmu yang mancung, rapih. Ditambah dengan tas berwarna merah mencolok dan sepatu putih besar yang membuat pandanganku selamat 45 menit perjalanan kereta tersita olehmu.

Namun jujur Mars, pada saat aku melihatmu pertama kali, jantungku tidak berdegup kencang tidak karuan seperti sekarang. Hanya tertarik? Mungkin simpati? Ya, ya. Mungkin…. Yang pasti saat aku turun dari kereta itu aku kembali kesal dengan kewajiban bangun pagi ini, tidak ada wujudmu tersisa dalam otakku saat itu.

Aneh ya?

Salam hangat,

Venus

Selamat Datang!

Selamat datang pembaca, terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk membuka blog saya ini. Blog ini khusus saya buat untuk mengikuti 30 Hari menulis surat cinta yang diadakan di jejaring sosial Twitter, niat ya? Bisa dibilang begitu :)

Rencananya, saya akan memberikan alamat blog ini kepada orang yang saya kagumi ketika ia akan pulang ke negaranya. Orang yang saya kagumi ini seorang ekspatriat yang sedang belajar bahasa Indonesia. Saya harap ketika ia membaca blog ini bahasa Indonesianya sudah bagus jadi ia mengerti tiap kalimat, kata, frasa yang saya tuliskan di blog ini khusus untuknya.

Format dari penulisan blog ini adalah pengakuan dalam 30 post. Pengakuan dalam pengertian saya adalah ketika saya dapat mengekspresikan sesatu yang sudah lama disimpan sebagai rahasia, jadi isi blog ini kurang lebih pengakuan-pengakuan usaha saya, perasaan saya dan diakhiri dengan pengakuan cinta. Semoga tiap kalimat yang terangkai dapat menyapaikan perasaan yang saya sendiri kurang dapat mengekspresikannya secara gamblang di depan umum.

Dalam blog ini saya akan menganalogikan diri sebagai Venus dan objek rasa kagum saya sebagai Mars. Kenapa mars dan venus? Analogi mars dan venus pada masyarakat umum sering diartikan sebagai lambang laki-laki dan perempuan, selain itu hal lain yang membuat saya mengambil analogi ini karena mars dan venus adalah planet yang melambangkan zodiak saya dan dia. Saya adalah seorang perempuan Libra, Dia adalah seorang lelaki Aries.

Sudah, saya sudah ngalor-ngidul terlalu lama. Mari dimulai dan selamat membaca!

NB: Kepada Mars, semoga ini menjadi kado perpisahan yang cukup manis, ya? Saya hanya bisa memberikan ini, sebuah blog yang tiap katanya saya rangkai dengan perasaan meluap. Semoga perasaan ini sampai ke hatimu :)

Salam hangat penuh kasih,

Venus